Friday, October 9, 2009

Satu Tragedi-Suatu Peringatan

salam...

di kali ni dan dikesempatan yang cuma sebentar ini ngin raudah mengamati suatu perkara yang berlaku baru2 ni. Gempa bumi yang melanda (terutama negeri2 yang terjejas teruk malah ramai yang terkorban turut dirasai gegarannya oleh kita masyarakat Malaysia khususnya. Raudah sendiri yang ketika itu masih meneruskan kerja yang masih berbaki dengan harapan untuk menyudahkannya.

" bermula dengan hayunan kerusi...raudah berpusing kebelakang kot2 ler ada yang dok permainkan raudah. wat kali kedua raudah berpusing sekali lagi..ingat nak tabuh dah orang yang dok main2 tus... dlam masa yang sama sering membaiki tempat duduk yang terasa ber alih kedudukannya. hati mula tak enak..tapi still wat donno jer..(heheh) kot ler letih sangat sampai macam tus...


tetiba kwan meja sebelah menegur...dia cakap " raudah ko tak rasa lain ker??? cuba tengok kipas aku ni bergerak2! lepas tu tak lama lepas tu..ula kecoh... EXEC cina aku start realise yang gegaran gempa start kecoh... mau balik

raudah ngan kawan ni berpandangan... terus bangun ..dengan suara yang rakan2 lain yang kecoh bagai nak rak...ada yang balik terus TAK PANDANG BELAKANG dah ....ada yang sampai tingal jer beg...dan..hehhehe ada lagi sorang yang nyaris nak terkunci dalam ofis cz dia hamba Allah ni rupanya kat dalam surau.. tapi keadaaan memang kecoh
wooOO....

Time nak turun tus... turun tangga...mujur level 3 jer...kalau banyak tak tau la... DUG DAg Dug Dag... berdebar tu takyah nak cerita la... masing2 nak layan diri sendiri da....

dah sampai luar dari bangunan ofis..rasa lega tapi debaran masih terasa...huhuhu... sampai kat umah nampak perberitahuan pasal gempa...

P/s di atas tu sekadar raudah cerita pengalaman lah... apa yang kita rasa tu sedikit nak dibanding negara lain seperti jiran kita di Indonesia. tapi apa yang patut kita renungkan sekarang.. itu sedikit saja Allah nak bagi tau kita... dengan beberapa sangat gegaran di bumi yang Empunya... berantakan segala isi didalamnya... manusia yang mengenali sekian lama diantara satu sama lain... mungkin leyh tido sebantal..makan sepinggan..mandi asing2...hehehe boleh jadi manusia asing dalam menyelamatkan dirinya. Dengan KehendakNya yang kaya hilang harta...yang sebelum ni berkeluarga tinggal sendirian... yang suka membazir jadi pengemis... yang sebelum ada kediaman hilang tempatnya... yang ada kerja hilang biayanya... dan ini CUMA DALAM SAAT BEBRAPA GEGARAn SHJ....

TIDAKKAH TAK TERCELIK MATA MANUSIA.... SIGNAL INI... CUMA SEDIKIT GEGARAN YANG TERJADI... MACAM KEROSAKAN DAN KEMATIAN INIKAH PULA DI SUATU HARI YANG DIJANJIKAN BERTIUPNYA SANGKAKALA....SAAT PLANET BERTEMMBUNG DIANTARA SATU SAMA LAIN... SEORANG BAYI TRLEPAS DARI SUSUAN IBUNYA... SAAT MANUSIA BERTEMPIARAN... YA ALLAH SESUNGGUHNYA TAK TERGAMBAR HARI YANG TELAH ENGKAU JANJIKAN....

Allahuamma solli a'la Muhammad wa A'li Muhammad. kesalamatan atas Muhammad dan Keluarga Muhammad.

semoga kita tergolong dalam mereka yang berada di landasan kebenaran... memperbaiki ibadah kepada Tuhan Maha Kuasa... kecintaan kepad kekasih Nya... Muhammad yang Rasulluallah.. dan para maksumin. InsyaAllah

Tuesday, August 25, 2009

SALAH SATU PESAN RASUL KEPADA PUTRINYA, FATIMAH Sa

SALAH SATU PESAN RASUL KEPADA PUTRINYA, FATIMAH Sa


ini masih berkaitan dengan sholawat kepada nabi Muhammad S.A.W
Suatu hari Rasulullah saw masuk ke rumah Sayyidah Fathimah ra. Ketika itu, Fathimah sudah berbaring untuk tidur. Rasulullah saw lalu berkata, "Wahai Fathimah, lâ tanâmi.!!! Janganlah engkau tidur sebelum engkau lakukan empat hal; mengkhatam Al-Quran, memperoleh syafaat.

Dari para nabi, Membuat hati kaum mukminin dan mukminat senang dan ridhoakepadamu, serta melakukan haji dan umrah."

Fathimah bertanya, "Bagaimana mungkin aku melakukan itu semua sebelum tidur?"

Rasulullah saw menjawab, "Sebelum tidur, bacalah oleh kamu Qulhuwallâhu ahad (Surat Al-ikhkas) tiga kali. Itu sama nilainya dengan mengkhatamkan Al-Quran." Yang dimaksud dengan Qul huwallâhu ahad adalah seluruh surat Al-Ikhlas, bukan ayat pertamanya saja. Dalam banyak hadis, seringkali suatu surat disebut dengan ayat pertamanya. Misalnya surat Al-Insyirah yang sering disebut dengan surat Alam nasyrah.

Rasulullah saw melanjutkan ucapannya, "Kemudian supaya engkau mendapat syafaat dariku dan para nabi sebelumku, bacalah shalawat:

Allâhumma shalli `alâ Muhammad wa `alâ âli Muhammad, kamâ

shalayta `alâ Ibrâhim wa `alâ âli Ibrâhim. Allâhumma bârik `alâ

Muhammad wa `alâ âli Muhammad, kamâ bârakta `alâ Ibrâhim wa `alâ âli

Ibrâhim fil `âlamina innaka hamîdun majîd."

Kemudian supaya kamu memperoleh rasa ridho dari kaum mukminin dan mukminat, supaya kamu disenangi oleh mereka, dan supaya kamu juga rida kepada mereka, bacalah istighfar bagi dirimu, orang tuamu, dan seluruh kaum mukminin dan mukminat."

Tidak disebutkan dalam hadis itu istighfar seperti apa yang harus dibaca. Yang jelas, dalam istighfar itu kita mohonkan ampunan bagi orang-orang lain selain diri kita sendiri. Untuk apa kita memohon ampunan bagi orang lain? Agar kita tidur dengan membawa hati yang bersih, tidak membawa kebencian atau kejengkelan kepada sesama kaum muslimin. Kita mohonkan ampunan kepada Allah untuk semua orang yang pernah berbuat salah terhadap kita. Hal itu tentu saja tidak mudah.

Sulit bagi kita untuk memaafkan orang yang pernah menyakiti hati kita. Bila kita tidur dengan menyimpan dendam, tanpa memaafkan orang lain, kita akan tidur dengan membawa penyakit hati. Bahkan mungkin kita tak akan bisa tidur. Sekalipun kita tidur, tidur kita akan memberikan mimpi buruk bagi kita. Penyakit hati itu akan tumbuh dan berkembang ketika kita tidur. Dari penyakit hati itulah lahir penyakit-penyakit jiwa dan penyakit-penyakit fisik. Orang yang stress harus membiasakan diri memohonkan Ampunan kepada Allah untuk orang-orang yang membuatnya stress sebelum ia beranjak tidur.

Dalam hadis itu tidak dicontohkan istighfar macam apa yang harus kita baca. Tapi ada satu istighfar yang telah dicontohkan oleh orang tua-orang tua kita di kampung. Biasanya setelah salat maghrib, mereka membaca: "Astaghfirullâhal azhîm lî wa lî wâlidayya wa lî ashâbil

huqûqi wajibâti `alayya wal masyâikhina wal ikhwâninâ wa li jamî'il muslimîna wal muslimât wal mukminîna wal mukminât, al ahyâiminhum wal amwât.

Ya Allah, aku mohonkan ampunan pada-Mu bagi diriku dan kedua orang tuaku, bagi semua keluarga yang menjadi kewajiban bagiku untuk mengurus mereka. Ampuni juga guru-guru kami, saudara-saudara kami, muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat."

Bila kita Amalkan istighfar itu sebelum tidur, paling tidak kita telah meminta ampun untuk orang tua kita. Istighfar kita, insya Allah, akan membuat Orang tua kita di alam Barzah senang kepada kita.

Istighfar itu pun akan menghibur mereka dalam perjalanan mereka di alam Barzah. Manfaat paling besar dari membaca istighfar adalah menentramkan tidur kita.

Nasihat terakhir dari Rasulullah saw kepada Fathimah adalah, "Sebelum tidur, hendaknya kamu lakukan haji dan umrah." Bagaimana caranya? Rasulullah saw bersabda, "Siapa yang membaca Subhânallâh wal hamdulillâh wa lâ ilâha ilallâh huwallâhu akbar, ia dinilai sama dengan orang yang melakukan haji dan umrah."

Menurut Rasulullah saw, ¨Barangsiapa yang membaca wirid itu lalu tertidur pulas, kemudian dia bangun kembali, Allah menghitung waktu tidurnya sebagai waktu berzikir sehingga orang itu dianggap sebagai orang yang berzikir terus menerus. Tidurnya bukanlah tidur ghaflah, tidur kelalaian, tapi tidur dalam keadaan berzikir. Sebetulnya, bila sebelum tidur kita membaca zikir, tubuh kita akan tertidur tapi ruh kita akan terus berzikir. Sekiranya orang itu terbangun di tengah tidurnya, niscaya dari mulut orang itu akan keluar zikir asma Allah SWT.

Narasumber :
- (http://www.islamhouse.com)

http://www.websitestory.co.cc/2009/06/salah-satu-pesan-rasul-kepada-putrinya.html

MALAM LAILATUL QODAR MALAM 23 BULAN RAMADHAN

MALAM LAILATUL QODAR MALAM 23 BULAN RAMADHAN


Di malam 23 itu lebih mulia daripada malam 21, sedangkan malam 21 bulam ramadhan lebih mulia dari malam 19 bulan ramadhan dan dimalam 23 ini diharapkan banyak turunnya malam lailatur qodar, imam sodiq Sa bersabda malam ini malam 23 disebut imam sebagai malam juhan karena juhan adalah orang yang datang kepada rosul SAW untuk menanyakan kapan malam lailatul qadar itu.

Allah menentukan malam ini adalah malam dimana Allah menetukkan segala sesuatu, malam dimana Allah mencurahkan rahmat-Nya dan malam dimana malaikat menyampaikan salamnya, malam ini adalah malam terbesar untuk bumi Allah, malam ini juga sebagai malam dimana diturunkan Alquran, malam ini sebagai bonus kepada umat nabi muhamad SAW maka Allah menjadikan malam ini sebagai malam lebih baik dari seribu bulan, malaikat gemuruh membicarakan tentang malam ini karena akan turunnya kitab Allah yang terakhir dan teragung, berarti hari kiamat sudah dekat. maka sungguh beruntung apabila ia memeriahkan malam ini dengan sujud dan rukuk kepada Allah dan menangisi segala dosa kita dan mohon ampun kepada Allah, imam berharap Allah tidak akan mengecewakan orang itu dan membaca al-ankabut dan surat rum.

Malam 23 ini adalah malam dimana Allah melipat gandakan pahala yang banyak dan rosul menjadi puas ketika Allah mengabulkan permintaannya, rosul SAW juga meminta kepada Allah mengenai umur umat beliau yang pendek daripada umat terdahulu maka Allah memberi umat Nabi Muhammad SAW ada malam lailatul qodar yang pahala melebihi pahala umat-umat terdahulu meski umurnya pendek.

Dalam hal ini yang akan kita bicarakan juga berkaitan dengan surat Alqodar, suratnya pendek tap kadungannya luas, Pahala membaca surat ini pada malam 23 sebanyak 1000 kali Allah memberikan bermacam-macam kemuliaan dan yang terbesar adalah diberi keyakinan terhadap mereka Ahlul bait Sa, siapa yang membaca surat ini keras maka nilainya sama seperti ia mengangkat pedang berperang dijalan Allah, apabila membca surat ini pelan maka pahalanya seperti darah yang mengalir ketika perang dijalan Allah. Dibaca 10 kali Allah ampuni 1000 dosanya itu belum dibulan ramadhan kalau dibulan ramadhan Allahu Akbar akan terampuni dosa-dosa, Apabila membaca surat ini maka Allah mengirim ia satu malaikat yang akan berteriak kalau dosanya yang telah lampau telah diampuni maka mulailah hidup yang baru.

Ada juga yang meriwayatkan orang yang membaca surat ini sebelum selesai membacanya maka akan dibebaskan dari api neraka, buah dari Alquran ialah inna anjalna, segala sesuatu ada pembelanya dan pembela orang dijalan Allah ialah inna anjalna, benteng kaum mukmin ialah inna anzalna, petunjuk dari Allah ialah inna anzalna, segala sesatu ada hiasan dan hiasan alquran ialah inna anjalna, Segala sesuatu ada tiangnya tiang ahli ibadah inna anjlana, kabar gembira bagi manusia ialah inna anzalna, cara mengimani inna anzalna ialah terjadi setiap tahun dan apa yang turun di inna anzalna ialah hak, seorang sebelum selesai membaca surat ini ada malaikat yang akan bersholawat untuknya selama 7 hari dan masih ada banyak kutamaan surat inna anzalna lagi.

Alquran ini turun di bulan ramadhan, pasti diturunkannya Alquran mengandung barokah diturunkan kepada pembawa berkah nabi Muhammad SAW dan yang menurunkan adalah sumber dari segala barokah Allah SWT. Kenapa dinamakan lailatul qodar karena dimalam ini Allah menentukan segala sesuatu selama 1 tahun kedepan menentukan semua bagian dan takaran kita dimalam ini, makanya dimalam ini kita wajib berdoa kepada Allah supaya takdir jelek kita diubah menjadi baik “Amin”, bisa juga berarti dimalam ini malam yang mulia pembawanya adalah sumbernya dari dzat paling mulia Allah SWT disampaikan oleh malaikat yang paling mulia jibril As, diberikan kepada manusia paling mulia Muhammad SAW dan umat yang paling mulia Umat Akhir zaman, ada juga yang meriwayatkan oleh rosul SAW bumi menjadi sempit dimalam itu karena malaikat turun ke bumi dimanapun ada orang berbuat baik maka ada malaikat disana. Siapa yang bangun pada malam ini dan mengharap pengampunan Allah maka diampuni semua dosanya dan terkabulnya doa seperti ketika dipadang Arofah.

Orang yang membaca inna anzalna akan sukses dalam kehidupannya. Lalu kenapa kita harus mencari malam lailatul qodar pada malam 19, 21 dan 23? apakah ada 3 macam lailatul qodar itu? Padahal malam itu cuma sekali saja Dan mengapa Allah menyembunyikannya kapan turunnya? maka Allah mungkin bermaksud supaya kita lebih serius dalam beribadah bukan hanya semalam itu saja kita serius dalam beribadah seperti itu juga Allah menyembunyikan mati kita supaya kita selalu beribadah kepada Allah dan selalu mempersiapkan amal untuk bekal dikehidupan yang sebenarnya dan kekal karena tidak tau kapan akan mati. Lalu apa yang kita lalukan pada malam 19 yaitu malam ini Allah menimang-nimang mana yang akan ditentukan malam 21 mulai dipastikan yang mana yang akan ditentukan, 23 maka sudah dipastikan dilaksanakan ketentuan Allah. Ahlulbait Keberadaan mereka selalu berhubungan dengan Alquran mereka yang mengatur semua ketentuan semua Allah setelah nabi muhammad SAW Wafat.

Narasumber:
- Sentuhan Qolbu Bersama Habib Muhammad bin Alwi Pasuruhan
- www.pasfmpati.com Streaming PukuL 00:00 Wib

http://www.websitestory.co.cc/2009/07/malam-lailatul-qodar-malam-23-bulan.html

Sunday, July 19, 2009

Lelaki paling kerdil





DENGAN ketinggian kira-kira 61 sentimeter, Khagendra Thapa Magar hanya perlu menunggu empat bulan lagi untuk diisytiharkan sebagai lelaki paling kerdil di dunia.


DENGAN ketinggian kira-kira 61 sentimeter, Khagendra Thapa Magar hanya perlu menunggu empat bulan lagi untuk diisytiharkan sebagai lelaki paling kerdil di dunia.

Tidak sabar-sabar menanti hari ulang tahun kelahirannya yang ke-18 Oktober depan, Khagendra dan keluarganya sudah menjalin hubungan dengan Guinness untuk mengambil alih secara rasmi gelaran itu daripada He Ping Ping dari China yang setinggi 74 sentimeter.


Bagaimanapun, Khagendra yang seberat 4.54 kilogram seolah-olah sudah menjadi selebriti di negara kelahirannya, Nepal.

Tokoh politik turut ghairah untuk melihat Khagendra diiktiraf sebagai lelaki paling kerdil di dunia. Penduduk kampungnya pula menggelarnya ‘Buddha kecil’.

Dia dilahirkan 17 tahun lalu di daerah Baglung, 200 kilometer dari Kathmandu, ibu negara Nepal. Sejak kecil lagi keluarganya dapat berasakan dia akan menjadi terkenal dan berjaya dalam hidup walaupun kerdil.

“Ketika dilahirkan, beratnya hanya 600 gram,” kata ibunya, Dhana Maya Thapa Magar, 33.

“Ia seperti melihat anak ayam yang keluar dari telur yang baru menetas. Saya mengaku pada mulanya saya malu dan tidak mahu keluar rumah. Namun kini hanya kebanggaan yang tersemat di hati saya dan begitu mengharapkan dia dinamakan lelaki paling kerdil di dunia.”

Walaupun punca kekerdilannya tidak pernah disahkan secara perubatan, namun doktor di Nepal yang memeriksa Khagendra percaya ia disebabkan oleh kelenjar pituitari yang tidak berfungsi. Jika tidak kerana masalah itu, dia dianggap sihat.

Sementara itu, keluarganya mewujudkan Yayasan Khagendra Thapa Magar untuk mempromosi usahanya bagi diisytiharkan lelaki paling kerdil di dunia.

“Dia sudah terkenal di seluruh Nepal dan India,” kata bapanya, Rupp Abrader Thana Magyar, 36.

“Dia menyertai kumpulan tarian dan menjelajah ke beberapa tempat supaya orang boleh melihatnya. Dia melakukannya beberapa kali setahun dan kini kami berharap dia akan disahkan sebagai lelaki paling kerdil.”

Menurut ibu bapanya, Khagendra berhenti membesar tahun lalu dan mereka menjangka ketinggiannya akan kekal seperti sekarang.

“Walaupun dia kecil, kami tetap bangga dengannya,” kata Rupp.

Jika dia mengambil alih gelaran itu, Khagendra akan menggantikan tempat Ping Ping yang kini berusia 20 tahun dan menetap di wilayah Guade, China.

Khagendra memohon kepada Guinness pada 2006 ketika dia berusia 14 tahun, tetapi permohonannya ditolak kerana masih di bawah umur.

“Kami sudah menanti tiga setengah tahun. Hanya tinggal empat bulan sebelum impian itu tercapai. Ketika menemui Menteri Luar, Sujata Koirala baru-baru ini, dia berjanji untuk menyokong hasrat kami,” kata Rupp.

Khagendra yang menghadapi masalah untuk bersandar, baru-baru ini memasuki tadika di kampungnya untuk belajar menulis dan membaca.

“Saya tinggal di sekolah dan belajar lima hari seminggu. Pada hujung minggu, saya pulang ke kedai buah-buahan ayah saya di Pokhara dan membantu mereka berniaga,” kata Khagendra.

Mengenai kegemarannya, Khagendra berkata, dia minat menonton rancangan karate di televisyen ketika di rumah dan menanam impian untuk menjadi penari paling terkenal di dunia sedikit masa lagi.

Sejak mula mendapat tumpuan hampir empat tahun lalu, dia terbabit dengan pelbagai publisiti yang bertujuan mendapat pengiktirafan rasmi daripada Guinness.

“Sebaik saja saya dinobatkan sebagai lelaki paling kerdil, saya akan dapat memenuhi impian untuk melawat Amerika Syarikat. Saya boleh pamerkan tarian saya dan juga tunjukkan kecekapan saya dalam karate,” kata Khagendra.

Walaupun perkembangan mentalnya tidak sama dengan rakan seusianya, Khagendra masih mempunyai perasaan terhadap gadis cantik.

“Satu daripada perkara yang paling menyeronokkan ketika mengikuti kumpulan tarian ialah saya boleh melihat gadis di Kathmandu.

“Mereka sungguh cantik dan pakaian mereka juga jauh berbeza dengan pakain gadis di kampung saya,” katanya.

Gadis dua jantung...

Marwa mangsa perkauman...

Marwa mangsa perkauman
Susunan FUAD HADINATA YAACOB
hadinata@hmetro.com.my


NAMA MANGSA: Marwa Ali El-Sherbini


LAHIR: 7 Oktober 1977 di Kaherah, Mesir

KERJAYA: Ahli farmasi di Jerman.

FAKTA KES: Dalam kejadian pada 1 Julai lalu, Marwa yang hamil tiga bulan ditikam 18 kali oleh lelaki yang dituduh dalam rayuan perbicaraan di Dresden, Jerman. Pembunuh juga menikam suaminya, Elwi Ali Okaz yang disalah anggap polis Jerman sebagai penyerang dan menembaknya di kaki



MESKIPUN Marwa Ali El-Sherbini, 31, hamil tiga bulan, namun tidak menimbulkan simpati kepada seorang lelaki yang dikenali Alex W, 28, apabila dia sanggup menikam wanita itu 18 kali sehingga maut.

Lebih menyedihkan, kejadian di dalam mahkamah di Landgericht, Dresden, Jerman itu turut disaksikan anak sulung Marwa berusia tiga tahun dikenali Mustafa.

Malang berganda dialami keluarga itu apabila suami Marwa, Elwi Ali Okaz, yang mahu membantu mangsa bukan saja ditikam, malah polis Jerman yang tiba di lokasi kejadian, menembak kakinya kerana menyangka dia penyerang.

Elwi yang mengalami kecederaan parah di paru-paru dan pinggang ditempatkan di Unit Rawatan Rapi (ICU) selama dua hari namun sehingga kini tiada laporan mengenai status kesihatannya.

Kematian Marwa mencetus konflik, terutama di kalangan umat Islam yang meluahkan kekecewaan dan kemarahan kepada kerajaan negara itu.

Selain itu, kes berkenaan turut mendapat liputan meluas media tempatan dan antarabangsa serta menjadi tajuk utama berita di negara kelahiran Marwa, Mesir.

Kejadian pada 1 Julai lalu berpunca daripada insiden di taman permainan berdekatan rumah Marwa di Dresden.

Ketika itu, Marwa yang memakai tudung meminta laluan kepada Alex supaya membenarkan anak lelakinya bermain buaian di taman berkenaan tetapi dibalas dengan jeritan, ‘pengganas’, ‘perempuan jahanam’ dan ‘kamu tidak layak menetap di sini’.

Marwa kemudian membuat laporan polis ke atas Alex, rakyat Jerman yang berketurunan Russia atas dakwaan bersikap kurang ajar.

Lelaki itu kemudian dijatuhkan hukuman denda sebanyak 780 euro (RM3,822).

Bagaimanapun, Alex mengemukakan rayuan dan hakim menetapkan 1 Julai lalu untuk mendengar permohonan berkenaan.

Pada hari ditunggu, hanya lapan orang saja dalam mahkamah berkenaan iaitu ahli panel daripada sebuah pertubuhan profesional, hakim, pendakwa, peguam bela, Alex, suami Marwa dan anak lelaki mereka.

Tiada pemeriksaan ketat dilakukan ke atas mereka yang menghadiri perbicaraan itu, termasuk tertuduh.

Ketika Marwa melangkah masuk ke mahkamah, Alex yang ketika itu di kandang tertuduh melompat keluar dan mengeluarkan senjata yang dibawa di dalam poketnya.

Tanpa belas kasihan, dia terus menikam Marwa di depan suami dan anaknya sebanyak 18 kali sambil menjerit, “Awak tidak sepatutnya hidup”.

Sedang Elwi berusaha membantu isterinya daripada terus ditikam, dia juga menjadi mangsa apabila polis yang dipanggil untuk membantu melepaskan tembakan ke arah kakinya kerana menyangka dia penyerang.

Marwa maut di tempat kejadian manakala Elwi dikejarkan ke hospital akibat kecederaan parah dan ditempatkan di ICU.

Mayat Marwa dibawa pulang ke Kaherah dan pengebumian yang dilakukan pada 6 Julai lalu dihadiri lebih 2,000 rakyat Mesir yang simpati ke atas wanita berkenaan. Mereka menggelar Marwa sebagai seorang ibu dan wanita yang mati syahid.

Alex pula ditahan sebelum didakwa atas tuduhan membunuh. Perbicaraan dijangka dijalankan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Sejurus kejadian itu diketahui umum, orang ramai, terutama umat Islam melemparkan kemarahan kepada kerajaan Jerman dengan disusuli tindakan demonstrasi selain ada negara Islam menyatakan bantahan kepada kedutaan Jerman.

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad menuntut Jerman memikul tanggungjawab atas pembunuhan Marwa dan mendesak Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu mengutuk negara itu.

Iran turut memanggil duta Jerman ke negara itu, Herbet Honsowitz bagi membantah pembunuhan berkenaan dan menggesa Berlin mengambil langkah keselamatan perlu bagi melindungi hak golongan minoriti agama di Jerman.

Rakyat Iran berkumpul di pintu masuk kedutaan Jerman di Teheran bagi membantah pembunuhan berkenaan, malah ada membaling telur ke arah pintu utama.

Bantahan sama turut berlaku di Mesir apabila rakyatnya membantah kekejaman yang dilakukan ke atas Marwa.

Marwa yang lahir pada 7 Oktober 1977, berhijrah ke Jerman pada 2005 kerana mengikut suaminya yang bekerja sebagai pensyarah di Universiti Minufiya. Mereka menetap di Bremen sebelum berpindah ke Dresden pada 2008.

Di negara itu, Marwa yang berpendidikan daripada El Nasr Girls College bekerja sebagai ahli farmasi.


http://www.hmetro.com.my/Current_News/myMetro/Sunday/Ekspresi/20090719130211/Article/indexv_html

RM 20000 beli suami...

RM20,000 beli suami

Oleh ASMIZAN MOHD SAMIRAN DAN SHAMRAN SARAHAN
mizan@hmetro.com.my



KUALA LUMPUR: Tidak perlu bersusah payah memerah tenaga seperti insan lain kerana apa yang perlu dilakukan hanyalah merelakan maruah tergadai, berjanji menyimpan rahsia dan mengambil sisa orang lain demi menutup aib seseorang.

Tidak sampai satu jam, selepas semuanya selesai, dapatlah habuan wang tunai atau barangan termasuk tempat tinggal dan kenderaan .

Begitulah kerja mudah dilakukan individu tertentu yang sanggup merelakan diri menjadi ‘suami segera’ kepada wanita mengandung gara-gara terlanjur.

‘Kerjaya’ yang popular dengan gelaran ‘pak sanggup’ itu didedahkan seorang lelaki yang baru tiga bulan melakukannya.

Mahu dikenali sebagai Salleh Ali, 33, dia mengakui mendapat habuan RM20,000 di atas pekerjaan tidak bermaruah itu.

Salleh berkata, dia pernah mendengar mengenai ‘pak sanggup’ tetapi tidak menyangka terjebak dengan kerja seperti itu.

“Segala-galanya bermula apabila seorang rakan bercerita mengenai hajat seorang lelaki yang mahu mencari sesiapa yang sanggup mengahwini teman wanitanya yang hamil luar nikah hasil perhubungan sulit mereka.

“Lelaki itu sudah berkahwin dan tidak mahu mengahwini wanita itu serta mahu mengelak perhubungan sulit mereka diketahui isterinya. Wanita itu pula mahu melahirkan anak yang dikandungnya,” katanya.

Menurut Salleh, rakannya itu yang juga orang suruhan lelaki terbabit diminta mencari individu yang sanggup mengahwini wanita berkenaan dengan tawaran ganjaran wang tunai RM20,000.

“Saya yang bujang dan bekerja tidak menentu tanpa banyak cakap sanggup menerima tawaran itu. Siapa yang tidak mahu wang sebanyak itu dalam sekelip mata.

“Apatah lagi, saya sememangnya memerlukan wang kerana mahu membayar tunggakan kereta dan hutang along RM10,000,” katanya yang kemudian dibawa berjumpa lelaki itu untuk mengadakan perbincangan.

Tempoh perbincangan hanya mengambil masa dua minggu sebelum majlis pernikahan dijalankan.

Dia dimaklumkan, wanita itu terkantoi kerana keluarganya sudah tahu dia mengandung dan keluarganya mahu keterlanjuran itu diselesaikan dengan perkahwinan.

Katanya, lelaki terbabit yang sememangnya kaki perempuan tidak mahu bertanggungjawab dan mencari orang lain sebagai pak sanggup untuk berkahwin dengan kekasihnya.

“Sebelum ini, apabila teman wanitanya hamil lelaki itu melarikan diri tapi kali ini dia mengugut akan menghebahkan apa yang berlaku jika dia berbuat demikian,” katanya.

Selain itu, wanita terbabit meminta sejumlah wang dan majlis pernikahan ringkas supaya dapat memenuhi kehendak keluarga.

“Saya tidak mahu ambil tahu mengenai masalah mereka, kerana apa yang penting saya dijanjikan wang RM20,000 selepas selesai majlis pernikahan.

“Lelaki itu membawa saya bertemu teman wanitanya dan selepas berbincang, dia menetapkan tarikh untuk kami berkahwin.

“Saya dan wanita itu dibawa ke sebuah rumah. Turut serta keluarganya. Apabila pertama kali bertemu, puas jugalah saya kena herdik dan tidak kurang yang memberi nasihat oleh keluarga wanita itu.

“Saya datang dengan beberapa individu yang berlagak seperti keluarga saya. Semua ‘ahli keluarga’ saya disediakan lelaki itu dan kami hadir seperti orang kaya,” katanya.

Kata Salleh, dia tidak tahu perkahwinannya sah atau tidak kerana jurunikah yang disediakan meragukan.

“Saya hanya ikut perintah saja. Apabila bapa wanita itu melafazkan akad nikah, saya ikut saja. Perasaan takut tetap ada menyebabkan akad nikah terpaksa dilakukan lima kali.

“Saya juga hairan kerana keluarga wanita itu tidak pula banyak soal. Mungkin mereka percaya dengan wanita itu, apatah lagi melihat saya hadir dengan gaya seperti orang kaya,” katanya.

Tidak sampai satu jam, majlis pernikahan selesai dan dia mendapat habuan RM20,000 tunai yang dimasukkan dalam sampul.

“Ikutkan hati, saya mahu melarikan diri, tetapi saya perlu berlakon untuk tempoh beberapa hari. Saya dan wanita itu duduk di kondominium disediakan lelaki terbabit. Keluarga wanita itu turut serta kerana mereka mahu berehat di Kuala Lumpur dua atau tiga hari,” katanya.

Dia turut mengambil kesempatan meniduri wanita itu, namun bukan secara paksaan.

“Lelaki itu tidak kisah saya buat apa dengan teman wanitanya kerana dia mahu meninggalkannya. Wanita itu pun tak kisah saya buat apa kepadanya,” katanya.

Salleh berkata, dia hanya tinggal bersama wanita itu selama seminggu sebelum menghilangkan diri.

“Wanita itu tidak pula menghalang. Sehingga hari ini saya tidak tahu apa nasibnya dan saya tidak lagi bertemu lelaki itu,” katanya.

Ditanya apa yang dibuat dengan wang RM20,000 itu, Salleh tersenyum sambil memberitahu, RM10,000 untuk langsaikan hutang termasuk hutang along dan selebihnya ‘enjoy’!

Melihat ganjaran lumayan, dia bersedia untuk menjadi ‘pak sanggup’ lagi kepada pasangan kekasih yang terlanjur tetapi enggan kahwin.

“Sekarang, saya banyak melepak, dengan harapan dapat lagi tawaran jadi ‘pak sanggup’. Kerja pula ikut suka. Rasa nak datang, saya datang. Kalau tidak ponteng saja. Saya tak risau sebab wang masih ada ribuan ringgit lagi dan mungkin dapat rezeki jadi ‘pak sanggup’ lagi,” katanya.

http://www.hmetro.com.my/Sunday/BeritaUtama/20090719090127/Article

p/s apa nak jadi daaaa

Saturday, July 11, 2009

tawassul n beautiful syair..







in malay..



Iranian Child - Remembrance of Fatimat Al-Zahraa ENG SUB



Sedikit Biografi

Nama...........: Fathimah binti Muhammad bin Abdullah

Gelaran.........: Az-Zahra

Nama Julukan..: Ummul-A'immah; Ummu Abiha

Lahir.............: hari Jumaat, 20 Jamadil Akhir, tahun kelima dari kenabian di Makkah Al-Mukarramah

Ayah.............: Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib

Ibu...............: Khadijah binti Khuwailid

Suami............: Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib

Gelaran-Gelaran: As Siddiqah, Al Mubarakah, At Thahirah, Az Zakiyah, Ar Radhiah, Al Mardhiah, Al Muhaddathah, Al Adhra dan Al Batul, lain-lain (insya'allah akan nyatakan di sini)

Rasulullah saaw telah bersabda:

" Fatimah adalah sebahagian daripadaku. Barang siapa yang membuat dia marah, akan membuat aku marah."
[a-Bukhari, Jilid II, hlm.185]

Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadith dari Aisyah berkata bahawa Rasulullah saaw bersabda:

".....Tidakkah engkau redho (wahai Fatimah) bahawa engkau adalah saidati-nisa fil-Jannah(pemimpin wanita di syurga) atau pemimpin wanita seluruh alam..."
[Sahih Bukhari, Jld. IV, hadith 819]

The muslim Marwa al-Sherbini killed in German court drama with 18 stabs



SEORANG WANITA MUSLIM MESIR DIBUNUH DI DALAM MAHKAMAH GERMAN... SO WAT DO U THINK!!!



Kisah menyanyat hati ini berlaku minggu lepas. Kisahnya begini, seorang muslimat Mesir di Jerman, Marwa Al-Sherbini, yang pada Ogos 2008 telah memfailkan saman kepada jirannya yang menggelarnya sebagai 'Terrorist', kerana beliau berhijab.Diulang, beliau digelar 'Pengganas', kerana beliau B.E.R.T.U.D.U.N.G. !!

Maka setelah mendengar hujah kedua-dua pihak pada Rabu minggu lepas, mahkamah mendapati lelaki, yakni jiran kepada Marwa tadi bersalah, dan dikehendaki membayar denda 2800 Euro.

Anda tau apa berlaku sesudah itu?



Lelaki ini telah menerkam ke arah Marwa, dan menikam mangsa 18 kali!! Ya, anda tak salah baca, memang 18 kali, dan yang paling teruk, Marwa ditikam sehingga mati, sambil beliau memeluk anaknya. Dan Marwa ketika itu mengandung 3bulan...tragis bukan?


Belum cukup tragis, ada lagi. Suami Marwar yang melihat isterinya ditikam terus menerkam ke arah lelaki tadi, dan....

......

...akhirnya suaminya juga ditikam 3 kali. Nah. Tidak cukup dengan itu, pengawal keselamatan yang 'melihat' kejadian tadi telah bertindak menembak suami Marwar. Nah...ini baru betul2 tragis.

Sekarang anda fikir, bagaimana logik seorang perempuan ditikam 18kali di dalam mahkamah, tanpa ada seorang pun yang bertindak menyelamatkan wanita ini, melainkan suaminya, yang akhirnya kerkesudahn ditembak.

Logik atau tidak anda mengambil masa hanya 1 saat untuk menikam 18 kali? Cuba anda tikam angin 18 kali, berapa lama masa yang anda ambil, tikam secepat mungkin. Malah 1 saat untuk 1 tikaman pun sukar dicapai. Maka tidakkah anda terfikir kenapa reaksi manusia di situ terlalu lembab? Bengong bukan.

Seorang pemerhati telah berkata tentang suami Marwa, "Dia bukan seorang yang berambut perang, jadi dia tentu penyerangnya." Ya, ini logik pada pandangan mereka. Tapi sesekali tidak bagi kita.


Itu isu pertama, isu kedua adalah mengapa seakannya media barat cuba menutup isu ini. Langsung tidak dihebohkan. Adakah kerana darah orang Islam tidak sama dengan daragh mereka? Ermm..logik bukan. Hanya orang yang gila sahaja percaya ini.

Mungkin ada antara yang membaca entri ini berfikir bahawa ini hanya isu kecil, mengapap erlu dihebohkan. Ada bukan? Ini bukan soal peka semata-mata, cuba anda fikir, kalau Marwa boleh ditikam 18 kali dalam mahkamah, 'tanpa disedari' maka adakah mungkin mereka2 ini menyedari pembunuhan demi pembunuhan yang berlaku nun di Gaza, di Tebing Barat, di Darfur, dan yang terbaru di China. Atau ada antara anda yang masih tidak tahu saudara kita dibunuh di China. Ya, logik la sikit kalau anda tidak tahu, sebab semua pembunuhan tadi berlaku di luar mahkamah.






Sampai bila....sampai bila baru dunia harus berkata 'cukup'.
info dari http://artofthoughts.blogspot.com DAN http://abalzahra.blogspot.com/

TERRORIST JUST CZ WEARING HIJAB!!!!



Iranian female worshippers carry a symbolic coffin of Marwa Al-Sherbini, an Egyptian woman who was stabbed repeatedly inside a German courtroom earlier this month, during a rally condemning her slaying, in Tehran, Iran, Friday, July 10, 2009. Al-Sherbini was attacked by a Russian-born German during his trial on charges of insulting her with racial slurs.



The Iranian students carried placards on Saturday and chanted slogans like “Brutal killing, European human rights”, “Allah Akbar”, “Death to Racist Zionists”, “Death to Israel” and “German terrorism is condemned”.

http://abalzahra.blogspot.com/

apa ertinya bertudung...

Di awal 90-an, bilangan orang bertudung semakin ramai. Di mana- mana sahaja kita boleh bersua dengan wanita yang bertudung. Sama ada di kilang, di sekolah, di stesen bas, di pejabat, di universiti & di politeknik malah beberapa pengacara televisyen & radio pun sudah memakai tudung. Alhamdulillah.


Tetapi yang menyedihkan, kalau dahulu wanita bertudung tidak akan ditemui di taman-taman bunga, di tempat- tempat hiburan, berpegangan tangan dengan teman lelaki, dipanggung wayang atau di mana-mana sahaja yang mereka suka. Kalau dahulu wanita bertudung bersih mukanya daripada calaran alat-alat make up, tetapi kini dengan mudah kita boleh jumpa wanita bertudung berpeleseran dengan teman lelaki di tempat-tempat sedemikian.

Tudung pula berwarna-warni mengikut fesyen sesuai dengan aliran zaman dan fesyen baju. Kadang- kadang pakai tudung pun tidak sempurna mengikut syariat. Lepas tu macam nak terlondeh. Antara hendak tutup & hendak buka. Akhlak & tutur katanya kasar, malah adakalanya lebih buruk daripada mereka yang tidak memakai tudung atau buka aurat.

Sesetengahnya bertudung tetapi tidak sembahyang. Imej wanita bertudung telah tercemar dengan wanita-wanita yang menjadikan tudung sebagai fesyen atau terpaksa pakai kerana mengikut peraturan. Kalau dahulu bila wanita itu bertudung, automatik dia sudah malu ke panggung wayang, malu untuk berasmara, malu untuk ke tempat hiburan & sebagainya. Hanya wanita yang berpurdah yang belum kelihatan berjalan- jalan di taman bunga atau di tempat tempat hiburan. Mungkin taraf berpurdah sama dengan wanita yang bertudung diperingkat awal dahulu.


Bila direnung-renung mengapa hal ini boleh terjadi, maka jelaslah wanita-wanita yang bertudung pada hari ini jahil mengenai tujuan dan peranan pemakaian tudung. Ramai wanita yang memakai tudung pada hari ini kerana terikut-ikut dengan suasana. Mereka lihat adik beradik, teman sekolah, teman pejabat atau jiran telah ramai memakai tudung, maka timbul rasa malu kerana mereka sahaja yang masih tidak bertudung. Lantaran itu mereka mengambil keputusan untuk memakai tudung, walaupun hati tidak berapa menyetujuinya.

Kini masyarakat telah menerima wanita yang pakai tudung. Ujian sudah tidak besar. Kadang kala orang lelaki yang hendak berkahwin pun memberi syarat, wanita yang hendak dikahwininya mestilah bertudung.

Setengahnya apabila mereka melihat wanita lain memakai tudung lebih cantik dan manis, mereka pun hendak memakainya, tanpa mengetahui tentang ilmunya, mengapa mesti pakai tudung. Ada juga yang terpaksa memakai tudung kerana desakan keluarga atau suami. Ada yang mahu menjadikan tudung macam fesyen. Sekejap pakai, sekejap buka. Lantaran itulah nilai sebilangan orang yang bertudung pada hari ini sudah menurun melainkan mereka yang bertudung betul-betul mengikut etika pemakaian tudung sebenar serta menjaga segala tingkah lakunya sebagai seorang Muslimah.

Sesuatu amalan yang dilakukan kalau bukan atas dasar ilmu dan yakin serta faham apa yang mereka perbuat akan nampak ganjil dan pincang hasilnya. Sesuatu yang di buat bukan dari hati yang ikhlas, walau pun nampak hebat tetapi semuanya kosong maka ianya tiada nilai di sisi Allah.

Wanita yang pakai tudung selain daripada keinginan untuk menutup aurat, tidak akan dapat untuk berbohong dengan Allah walaupun di dunia mereka berjaya membohongi mata manusia mengatakan mereka juga sudah menutup aurat. Tetapi di akhirat nanti, niat sebenar & apa yang ada di dalam hati mereka akan diselongkar & didedahkan oleh Allah di padang Makhsyar di hadapan jutaan umat manusia.

Rasulullah s.a.w pernah ditanya oleh seorang sahabat : " Ya Rasulullah Dengan apakah mencapai keselamatan kelak ?" Jawab Nabi s.a.w : "Jangan menipu Allah." Orang itu bertanya lagi : " Bagaimana menipu Allah ?" Jawab baginda " Iaitu mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah, tetapi tidak kerana Allah."


Di samping tiada niat untuk menutup aurat dengan bertudung akan ditolak oleh Allah, wanita yang berniat untuk menutup aurat dengan tudung tetapi tudungnya berfesyen sehingga menarik lelaki memandangnya, atau pun tudung yang dipakainya tidak memenuhi syarat menutup aurat yakni bertudung tetapi masih nampak pangkal leher, bermakna dia belum lagi sempurna menutup aurat, malah semakin berdosa kalau dengan memakai tudung yang berfesyen itu menyebabkan menimbulkan fitnah. Dikala itu tudung bukan menjadi alat menutup aurat, tetapi menjadi alat untuk berhias. Wanita begini bukan mendapat pahala dengan menutup aurat tetapi mendapat dosa.


Bahaya besar kalau beramal bukan kerana ilmu tetapi kerana mengikut masyarakat & peredaran zaman. Sementara yang mengamalkan syariat kerana pengaruh sekeliling, hanya mampu bertahan atau beramal selagi dia berada di dalam suasana begitu. Tetapi bila dia terkeluar dari kelompok masyarakat, dia sudah tidak mampu bertahan & turut hanyut dengan masyarakat di sekitarnya. Ujian yang sedikit sahaja mampu menggoyangkan imannya.

Oleh itu kalau hendak mendapat keredhaan Allah, maka seseorang itu mestilah berilmu dengan apa yang dilakukannya. Jesteru itu menuntut ilmu adalah perkara yang utama sebagai penyuluh ibadah.

Apabila seseorang muslimat yang memakai tudung, adakah ianya betul-betul tudung yang menepati ciri-ciri sepertimana yang telah difariskan oleh Allah di dalam al-Quran? Konsep bertudung yang sebenar boleh dilihat di dalam ayat:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آَبَائِهِنَّ أَوْ آَبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya." [ An-Nur:31]

Juga pada ayat:


يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

"Wahai Nabi, katakanlah (suruhlah) isteri- isteri dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan beriman,supaya mereka menghulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, kerana itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (Al-Ahzab:59)



Jelas pada kita bagaimana kriteria-kriteria bertudung atau lebih tepat lagi berjilbab yang sebenar. Ini bermakna, spesis-spesis tudung yang lain daripada ayat yang telah ditetapkan oleh Allah, semuanya adalah ditolak oleh Islam. Jika kita mahu bertudung, mengapa tidak sahaja kita mengikut terus cara bertudung sebenar? Ini tidak, paka tudung, tapi singkat, jarang seolah-oleh mahu tunjuk rambut yang kononnya cantik, tunjuk kita pakai skaf jenama apa (mungkin nak promote kot).


Yang lebih dahsyat, simptom jahil bertudung ini turut sama melanda mereka di kalangan golongan yang terpelajar samada berstatus Dr, Prof, Tan Sri . Seolah-oleh makin tinggi pangkat makin boleh bagi mereka untuk pakai 'tudung adik' sehingga ada yang sampai tak pakai terus. Jika di tempat pengajian penulis, ada juga spesis seperti ini (bukan semua) masih belum pupus malah makin membiak. Sewaktu Tahun 1 memakai tudung labuh. Makin akhir, makin jadi senior, tudung menjadi semakin mengecil. Itu bagi mereka yang ambil kos Pengajian Islam. Jika kos yang bukan jurusan agama, tidaklah terlalu pelik jika ada seperti ini.

Di sini penulis mencabar spesis-spesis ini terutamanya yang belajar agama supaya mengemukakan hujjah di atas alasan apa antunna tidak memakai tudung seperti mana yang telah ditetapkan oleh syara’ ?


http://haidaralkarar.blogspot.com/2009/07/apa-ertinya-bertudung.html

p/s artikel untuk peringatan khasnya untuk diri saya sendiri.

Wiladah Saidatina Fatimah Az Zahra’ Salamullah Alaiha

Wiladah Saidatina Fatimah Az Zahra’ Salamullah Alaiha

Di hadapan lelaki buta Sayyidah Fatimah (as) melindungi dan memelihara maruahnya.

Rasulullah saw bertanya kepadanya, “Mengapakah anda berhijab,sedangkan orang itu buta?”

Zahra (as) memberi responnya, “Walaupun dia tidak nampak saya,tetapi saya melihatnya,serta dia boleh mencium bauku”.

Pantas Rasulullah (saw) bersabda, “saya naik saksi bahawa kamu adalah cebisan dari diriku.

Amru bin Dinar meriwayatkan dari Aisyah berkata: "Tidak pernah aku melihat seseorang pun yang lebih benar daripada Fatimah salamullah 'alaiha selain daripada ayahnya."[Hilyatul-awliya, Juzuk 2, hlm. 41]

Saturday, June 27, 2009

sambung...
lagi beberapa pic majlis yang berlansung di lembah azwen...

p/s kalau pic tak memuaskan harap...maaf.






p/s yang bebudak tu...waktu depa nyanyi lagu nasyid...

foto skitar kem wiladah az zahra di lembah azwen

salam...
dah lama tak menulis di blog ni..
malam ni saya akan pos kan beberapa foto yang saya dapat rakamkan di kem menyambut widalah fatimah az zahra pada 13hb baru2 ni yang diadakan di lembah azwen. ia juga untuk tatapan teman2 yang muka mereka ada didalamnya...hehehehe

p/s khususnya untuk teman2 yang baru kenai but macam dah lama kenal semoga perkenalan kita dirahmati. Allahumma Solliala Muahammad Waali Muhammad.



lembah azwen



mira posing...




mira n kak su...geng bilik gue






ni sesaja amik...kuang2



mira pakai aba....layannnn



kak su lak masuk line...ayu cekkk





its me with kak su...








pakat memasing dok posing depan nih...hehehe





its me again dengan mira...mujur aku dok kat tangga ataih






iranian girl in malay version...hehehe







pic sekitar majlis...

p/s besok saya masukkan lagi...ngantuk huhuhuhu

Sunday, April 12, 2009

Di keheningan

di keheningan malam...
di kala senyap dan sepi...
di kala bayang berbalam-balam
di bawah sinaran bulan tika ini..
indah ...dan sepi sunyi skali...
tapi tak pernah tak bertandang di hati..
sentiasa ada yang menusuk sanubari..
masalah duniawi yang tidak bertepi...
entahkan pula dengan ukhrawi..
tapi putus asa bukan dicari...
syaitan sentiasa dipelusuk hati
mencari sahabat di neraka nanti...
supaya kita lupa diri
lupa dengan ketentuan Ilahi..
semoga Nur Ilahi kita miliki...
namun perbaikilah diri
contohilah Rasuluallah tinggi peribadi..
diutus sebagai rasul akhir kali
bersama zuriat2 nya yang suci..
dosa tiada sekali2
tingkahnya sahaja tidak difahami
kerna ketinggian darjat diri
zahir dihina lagi dikeji...
walau dia dari zuriat Rasul yang suci..
namun pembelaannya untuk nya pasti..

p/s sajer jer. apa2pun ingat nanti nak try menulis. wat cerita2 isi masa lapang. Insyaallah. dan satu lagi takziah di ucapkan kepada sharifah zaleha sekuarga (sheifa or bonzer) di atas permergian ayahnya Syed Nuh ke ramatullah pada pagi sabtu baru ni.
Alfatihah

Thursday, April 9, 2009

Anggota rombongan umrah Malaysia terbabit kemalangan

salam...
satu berita yang mengejutkan bagi malaysia... semoga mereka ini tergolong di dalam mereka yang mendapat rahmat dan hidayah Allah. Al Fatihah


Khamis April 9, 2009
Anggota rombongan umrah Malaysia terbabit kemalangan

KUALA LUMPUR: Seramai 19 orang anggota rombongan umrah dari Malaysia yang menaiki bas terbabit dalam kemalangan jalan raya di Bir Ali, Madinah, Arab Saudi semalam.

Menurut jurucakap Wisma Putra, kejadian itu, yang turut membabitkan kematian anggota rombongan berkenaan berlaku pada kira-kira 8.30 pagi waktu tempatan.

Beliau berkata maklumat mengenai bagaimana kemalangan itu berlaku belum diperoleh.

"Kita masih belum dapat memberikan maklumat terkini kejadian tersebut kerana masih menunggu laporan penuh dari Arab Saudi.

"Memang ada mangsa yang terkorban tetapi jumlah dan siapa yang terkorban belum dapat dipastikan dan kita dimaklumkan kesemua mangsa kini sedang dirawat," katanya ketika dihubungi di sini malam tadi.

Menurutnya petugas-petugas Kementerian Luar di Arab Saudi sedang berusaha mengumpulkan maklumat dengan bekerjasama dengan pihak hospital sebelum memberi laporan penuh kepada Wisma Putra.

"Pegawai-pegawai kita sedang bertungkus lumus mendapatkan maklumat terkini kejadian dan kita juga sentiasa berhubung bagi mendapatkan semua maklumat sebelum diberitahu kepada umum," katanya. BERNAMA

http://www.mstar.com.my/berita/jenayah/cerita.asp?file=/2009/4/9/mstar_jenayah/20090409095855&sec=mstar_jenayah

Cacat mata terkena kelongsong gas



Oleh AZRAN FITRI RAHIM
azran.rahim@utusan.com.my



mohd. Huzaifah Mohd. Nor yang buta mata kanan akibat terkena kelongsong gas pemedih mata ditemani ibunya, Kamariah Hussin di HRPZ II, Kota Bharu, semalam.

KOTA BHARU 9 April - Seorang pelajar berkemungkinan hilang keupayaan penglihatan kekal apabila mata kanannya dipercayai terkena serpihan kelongsong gas pemedih mata ketika rusuhan penyokong bola sepak Kelantan di pekarangan Stadium Sultan Muhammad Keempat di sini malam kelmarin.

Mangsa, Mohd. Huzaifah Mohd. Nor, 18, pelajar Institut Latihan Perindustrian (ILP) di sini mendakwa terkena kelongsong itu ketika membantu mengemas barangan jualan di gerai minuman milik sepupunya, Abdul Rahman Hussein kira-kira 100 meter di luar stadium berkenaan.

Ketika ditemui, pelajar kursus Penyejukbekuan dan Penyaman Udara itu mendakwa doktor yang merawatnya mengesahkan mata kanannya tidak dapat diselamatkan walaupun telah menjalani pembedahan selepas empat jam di Hospital Raja Perempuan Zainab II (HRPZ II).

"Masa itu keadaan sudah kelam kabut. Saya dengan sepupu saya tengah mengemas barang-barang berniaga untuk pulang, tiba-tiba saya rasa ada benda keras terkena pada mata kanan.

''Kemudian saya rebah dan hampir pengsan kerana terlalu sakit serta darah banyak keluar dari mata kanan saya.

"Dalam keadaan separuh sedar itu, saya dipapah ke hospital yang terletak kira-kira 200 meter dari tempat kejadian oleh sepupu saya untuk menerima rawatan dan pembedahan pada mata saya selesai kira-kira 2 pagi semalam," katanya ketika ditemui di HRPZ II di sini hari ini.

Rusuhan penonton berlaku di Stadium Sultan Muhammad IV sejurus selesai perlawanan separuh akhir pertama Piala FA antara Kelantan dengan Negeri Sembilan dan memaksa pasukan keselamatan melepaskan gas pemedih mata bagi menyuraikan orang ramai.

Dalam pada itu, Abdul Rahman memberitahu, Mohd. Huzaifah sering membantunya berniaga makanan dan minuman sejak setahun lalu di sekitar stadium setiap kali berlangsungnya perlawanan bola sepak.

Katanya, ketika tembakan gas pemedih mata dilepaskan dia terus tunduk untuk cuba menyelamatkan diri dan mendapati mangsa rebah serta darah keluar dengan banyak di bahagian mata.

"Huzaifah kemudian memegang saya serta memberitahu matanya terkena objek keras tersebut dan hampir pengsan.

"Dalam keadaan kelam kabut, saya terus memapah dia yang sudah tidak berdaya ke hospital dan terpaksa menahan pedih pada mata akibat kawasan tersebut diselubungi gas pemedih mata," katanya.

Sehubungan itu, abang mangsa, Salahuddin Mohd. Nor, 41, telah membuat laporan polis di Balai Polis Kota Bharu.

Kata Salahuddin, dia juga sedang mendapatkan nasihat daripada peguam untuk mengambil tindakan undang-undang terhadap pihak polis kerana kejadian itu.

"Saya harap pihak polis dapat menjalankan siasatan terperinci kerana kejadian tersebut menyebabkan masa depan adik saya gelap," katanya.

Wednesday, April 8, 2009

Penonton merusuh di Kota Bharu



Penonton merusuh di Kota Bharu

Oleh Wan Faizal Ismayatim dan Kamudin Baharom
bhsukan@bharian.com.my

TRAK polis dibakar penyokong Kelantan.

Perlawanan separuh akhir pertama Piala FA antara Kelantan, NS tercemar

NEGERI Sembilan mencerahkan peluang mara ke final Piala FA selepas menewaskan Kelantan 1-0 di Stadium Sultan Mohamed ke-IV, malam tadi dalam perlawanan yang tercemar dengan insiden serangan pada akhir perlawanan dan keganasan penonton di luar stadium.

Penjaga gol tuan rumah, Halim Napi dilihat meluru ke arah Mohd Aidil Zafuan Abdul Radzak lalu menumbuk dan memijak pertahanan Negeri Sembilan itu sebelum dileraikan oleh rakan sepasukannya dalam saingan separuh akhir pertama.

Keadaan turut bertambah buruk di luar stadium apabila sebuah kenderaan polis diterbalikkan sebelum dibakar selain cermin beberapa kereta dipecahkan oleh sekumpulan penonton yang kurang berpuas hati.

Ini kekalahan kedua berturut-turut tuan rumah kepada pelawat selepas tunduk 2-1 saingan Liga Super 31 Mac lalu - sekali gus meletakkan mereka dalam keadaan sukar menjelang pertemuan kedua pada 18 April ini.

Dalam satu lagi pertemuan separuh akhir, Perlis sekadar seri 1-1 dengan skuad Merah Kuning di Stadium Utama, Kangar dalam pertemuan yang turut dicemari dengan pergaduhan antara penjaring gol kedua-dua pasukan, R Surendran dan Shazwan Zainol sejurus sebelum rehat tetapi berjaya dihalang rakan sepasukan yang lain.
PENYOKONG Kelantan beramai-ramai menterbalikkan trak polis kerana tidak berpuas hati atas kekalahan kepada Negeri Sembilan, malam tadi.

Di Kota Bharu, Kelantan dikejutkan seawal minit ketujuh menerusi Zaquan Adha Abdul Radzak berpunca daripada kesilapan Azlan Zainal yang gagal menguasai bola dalam kawasan sendiri.

Ketinggalan satu gol, Kelantan cuba bangkit menyamakan kedudukan dan peluang terbaik mereka hadir pada minit ke-13 tetapi sepakan percuma Indra Putra Mahayuddin dari luar kotak penalti sedikit melepasi palang gol lawan.

Walaupun berbekal sokongan padu kira-kira 20,000 penonton, Kelantan seolah-olah kehilangan punca ketika pasukan Negeri Sembilan lebih banyak menguasai perlawanan.

Usaha Kelantan mencari jaringan penyamaan pada babak kedua tidak kesampaian, apabila percubaan Indra dan kapten pasukan, Badhri Radzi pada minit ke-46 dan 74 sekadar menggegar palang gol lawan.

Di Stadium Utama, Perlis hanya memerlukan dua minit untuk membuka jaringan menerusi rembatan Shazwan dari dalam kotak penalti sebelum Selangor menyamakan kedudukan menerusi Surendran pada minit ke-34.

Tuan rumah beroleh kelebihan pada minit ke-57 apabila ketua pasukan pelawat, Amri Yahyah dilayangkan kad merah selepas mengasari penjaga gol Perlis, Farizal Marlias.

Namun, skuad Singa Utara bukan sahaja gagal mengambil kesempatan malah turut kehilangan penyerang utama, Nizaruddin Yusof yang dibuang padang selepas mengutip kad kuning kedua pada waktu kecederaan.

http://www.bharian.com.my/Current_News/BH/Wednesday/Sukan/20090408022620/Article

p/s rasa2 cam negara luar lak biler tengok keganasan macam ini...

Saturday, March 28, 2009

Haji GELAP MATA Kerana Tiket Loteri

Haji gelap mata kerana tiket loteri
Oleh Intan Mas Ayu Shahimi
imas@hmetro.com.my

JOHOR BAHRU: Akibat gelap mata, seorang warga emas bergelar haji sanggup mengeluarkan wang simpanan Tabung Haji (TH) semata-mata untuk ditukarkan dengan tiket loteri bernilai RM130,000 yang ditawarkan tiga penipu warga Indonesia dan rakyat tempatan.

Mangsa berusia 60 tahun begitu mudah mempercayai kata-kata tiga individu terbabit, seorang daripadanya wanita apabila menemui mereka di Pusat Perdagangan Pontian, tengah hari semalam.

Bagaimanapun, kecekapan menantunya yang menghubungi polis dan pengurusan TH di Pontian, menyelamatkan mangsa daripada ditipu.

Kejadian bermula apabila mangsa didatangi suspek yang mendakwa memenangi cabutan loteri berjumlah RM130,000.





Ketika itu, wanita warga Indonesia itu menunjukkan tiket loteri terbabit serta keratan akhbar sebagai bukti nombor dibeli menerima ganjaran RM130,000.

Sebaik melihat mangsa termakan helah, penipu terbabit kemudian mendakwa memerlukan wang segera untuk pulang ke negara asal sebelum menawarkan pertukaran tiket berkenaan dengan wang tunai RM10,000.

Ibarat menerima durian runtuh, warga emas itu terus bersetuju lalu meminta mereka menghantarnya pulang ke rumah bagi mengambil buku simpanan TH berkenaan.

Sebaik tiba di rumah, mangsa memberitahu isterinya mengenai tawaran tiket loteri bernilai ratusan ribu ringgit yang bakal diterima daripada tiga suspek berkenaan.

Namun, ia mencetuskan tanda tanya kepada isteri mangsa yang segera menghubungi menantunya di Kluang.

Ini membuatkan menantu mangsa menghubungi pengurusan TH dengan memberitahu bapa mentuanya mungkin ditipu pendatang asing sebelum membuat aduan polis.

Dalam pada itu, mangsa bertegas mahu pergi ke pejabat TH untuk mengeluarkan wang bagi ditukarkan dengan tiket loteri ditawarkan.

Bagaimanapun, mangsa langsung tidak menyedari sampul surat diberikan kakitangan TH sebaik selesai transaksi di kaunter tidak mengandungi wang tunai, sebaliknya hanya buku akaun kosong.

Ketua Polis Daerah Pontian, Superintendan Zahaliman Jamin, berkata sebaik polis menerima aduan kes itu, pihaknya menyerbu tempat kejadian berdasarkan maklumat disalurkan pegawai TH.

“Serbuan dilakukan ketika mangsa menyerahkan sampul surat berkenaan kepada suspek dalam kereta mereka di depan pejabat TH, kira-kira jam 12.30 tengah hari.

“Suspek cuba melawan dan berlaku pergelutan kecil sebelum dua daripada mereka ditangkap manakala suspek wanita sempat meloloskan diri,” katanya.

Menurutnya, suspek yang diberkas adalah lelaki warga Indonesia berusia 40 tahun dari Pulau Batam dan seorang lelaki tempatan berusia 60 tahun.

“Kes itu disiasat mengikut Seksyen 420 Kanun Keseksaan kerana menipu yang jika sabit kesalahan boleh dihukum penjara maksimum 10 tahun dan sebat serta denda,” katanya.


http://www.hmetro.com.my/Current_News/myMetro/Saturday/Mutakhir/20090328092334/Article

Sunday, March 22, 2009

Dirojakkan Dengan Yang Haram...


salam

p/s hari ni nak kongsi dengan kengkawan pasai makanan yang dirojakkan dengan benda haram untuk dimakan...

Memang banyak jual...kat kedai runcit n pasar malam, juga mungkin bas2 sekolah yg ada jual sweets / candy jenis2 ni dalam bas dorang....pesan2 le pd anak2 kesian diorang...forward ye...jgn diabaikan bende2 ni

Dah keluar dalam Harian Metro, tapi kot2 kita semua tak perasan atau tak baca.

Jely nie banyak dijual secara sukat kat Airport, kedai2 jual gula2 dan dimana2 saja.

Mudah2an kita dapat mengambil perhatian

Saturday, March 14, 2009

MENGAPA MERUJUK AHLUL BAIT

MENGAPA MERUJUK AHLUL BAIT

Sunday, 15 March, 2009 03:30

From:
"Sayyed Mohd Fadlie ben Yahya"
View contact details
To:
"SHARIFAH RAUDAH"
Sempena kelahiran Rasulullah saw saya merayu tuan-tuan dengan sepenuh hati
supaya memerhatikan ahlul bait (kaum keluarga Rasulullah saw). Inilah
hadiah kita untuk Rasulullah saw sempena kelahiran baginda. Kerana
Rasulullah saw tidak pernah meminta upah dalam menyebarkan agama suci ini.

Dalil untuk merujuk warisan ahlul bait ini adalah berdasarkan hadis yang
dikutip oleh at-Tirmidzi dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi; ‘Nashr bin
Abdurrahman al-Kufi menceritakan kepada kami, Zaid bin al Hasan – iaitu
al Anmathi – menceritakan kepada kami, daripada Ja’far bin Muhammad,
daripada ayah Ja’far iaitu Muhammad, daripada Jabir bin Abdullah, ia
berkata: Aku pernah melihat Rasulullah saw melaksanakan ibadah haji pada
hari Arafah, saat itu beliau sedang berkhutbah di atas untanya; al Qashwa.
Aku mendengar beliau bersabda: Wahai manusia, sesungguhnya aku telah
meninggalkan (sesuatu) untuk kalian, sepanjang kalian berpegang teguh
kepada sesuatu itu nescaya kalian tidak akan pernah tersesat, iaitu kitab
Allah dan itrati keluargaku.’ Lihat Sahih Sunan at-Tirmidzi, hadis nombor
3786, bab sifat-sifat utama keluarga Nabi saw.

Dalam memahami siapakah yang dimaksudkan dengan ahlul bait, kajian merujuk
kepada hadis dari kitab yang sama, ‘Qutaibah menceritakan kepada kami,
Muhammad bin Sulaiman al Ashbahani menceritakan kepada kami daripada Yahya
bin Ubaid, daripada ‘Atha’ bin Abu Rabah, daripada Umar bin AbuSalamah
– anak tiri nabi -, ia berkata: Ayat ini diturunkan kepada nabi,
‘Sesungguhnya Allah bermaksud untuk menghilangkan dosa darimu, hai ahlul
bait, dan membersihkanmu sebersih-bersihnya,’ (al-Ahzab: 33) tentang
keluarga beliau. Beliau kemudian memanggil Fatimah, Hasan dan Hussain, dan
menutupi mereka dengan pakaian. Sementara itu, Ali berada di belakang
beliau, dan beliau pun menutupinya dengan pakaian. Beliau kemudian berdoa,
‘Ya Allah, sesungguhnya mereka adalah keluargaku. Maka hilangkanlah dosa
daripada mereka, dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya.’ Ummu Salamah
berkata, ‘(Apakah) Aku bersama mereka ya Nabi Allah.’ Rasulullah
menjawab, ‘Engkau tetap pada tempatmu, dan engkau tetap dalam
kebaikan.’ Lihat Sahih Sunan at-Tirmidzi, hadis nombor 3787, bab
sifat-sifat utama keluarga Nabi saw.

Pemilihan ahlul bait sebagai sumber rujukan ini dapat dikira tepat
berdasarkan dua hadis di atas memandangkan terdapat hadis Rasulullah saw
yang menuntut sahabat baginda dan umat Islam berwaspada kepada
‘kesesatan’ yang terjadi dalam kalangan sahabat selepas kewafatan
beliau.

Hadis yang dimaksudkan ialah, ‘Daripada Ibnu ‘Abbas r.a katanya:
‘Pada suatu ketika Rasulullah saw berkhutbah memberi pengajaran kepada
kami. Sabda beliau, ‘Hai sekalian manusia! Kamu semuanya akan dikumpulkan
ke hadapan Allah tanpa alas kaki, tanpa pakaian, dan tanpa dikhitan.
(Bacalah firman Allah): ‘Seperti Kami ciptakan pada awal ciptaan,
begitulah Kami kembalikan dia, itulah janji Kami yang pasti Kami tepati.’
(al Anbiya: 104). Ketahuilah! Makhluk yang mula-mula diberi pakaian pada
hari kiamat adalah Ibrahim alaihissalam. Dan ketahuilah, bahawa beberapa
umatku akan dihadapkan, lalu mereka ditarik ke kiri. Kataku, ‘Wahai
Tuhanku! Mereka itu adalah sahabat-sahabatku!’ Lalu dijawab oleh Allah,
‘Engkau tidak tahu apa-apa yang mereka perbuat sepeninggalanmu.’ Maka
kujawab seperti jawapan hamba Allah yang saleh (Nabi Isa a.s), ‘Aku
menjadi saksi bagi mereka selama aku berada di antara mereka. Maka setelah
aku wafat, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau Maha Menyaksikan
segala-galanya. Jika Engkau siksa mereka sesungguhnya mereka adalah
hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau ampuni mereka, sesungguhnya Engkau Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana.’ (al Maidah: 117-118). Lalu dikatakan
kepadaku, ‘Mereka telah murtad semenjak engkau tinggalkan.’ Lihat Sahih
Muslim, hadis nombor 2440, bab orang-orang murtad.

Hadis lain yang dapat dirujuk ialah, ‘Daripada Uqbah bin Amir r.a
katanya: Nabi saw pernah bersabda mengenai para korban perang Uhud. Beliau
naik ke mimbar seolah-olah memberi amanat kepada yang masih hidup dan yang
telah syahid. Sabda beliau, ‘Aku mendahului kalian ke telaga. Lebar
telaga itu sejauh antara Ailah ke Juhfah. Aku tidak menyangsikan bahawa
kamu akan kembali musyrik sepeninggalku. Tetapi yang aku takutkan ialah
kamu terpengaruh oleh dunia. Kemudian kamu berbunuh-bunuhan, dan akhirnya
kalian musnah seperti kemusnahan umat yang sebelum kalian.’ kata Uqbah,
‘Itulah yang terakhir kali aku melihat Rasulullah saw berkhutbah di
mimbar.’ Lihat Sahih Muslim, hadis nombor 2133, bab telaga Rasulullah.
Hadis ini turut diriwayatkan dalam Sahih Bukhari dengan versi lain. Lihat
Sahih Bukhari hadis nombor 1771, bab syurga dan neraka dan hadis nombor
1856, bab mimpi.

Oleh kerana itu saya berpandangan adalah lebih baik merujuk tradisi ahlul
bait untuk mendapatkan sumber hukum selepas al-Quran, dan hadis Rasulullah
saw. Saya akan mendatangkan tiga bukti dari sahih Bukhari dan Muslim bahawa
belum tentu selamat untuk merujuk selain ahlul bait. Sekiranya kita hanya
merujuk sahabat Nabi Muhammad, ternyata sahabat-sahabat telah banyak
berubah selepas kewafatan Rasulullah saw, ada yang terlupa atau tidak tahu
‘urusan’ yang paling mudah, dan ada yang memang merubah hukum tanpa
rasa bersalah. Malah ketika hidup Rasulullah saw sendiri, terdapat sahabat
yang tidak menghormati Rasulullah saw. Buktinya terdapat dalam Sahih Muslim
sendiri.

1. Sahabat biadab, dan kurang ajar meninggalkan
Nabi Muhammad ketika baginda sedang memberi khutbah Jumaat di atas mimbar
sehingga yang tinggal hanyalah dua belas orang:

Daripada Jabir bin Abdullah r.a, katanya: ‘Pada suatu ketika Nabi saw
sedang berdiri mengucapkan khutbah. Sekonyong-konyong tiba satu kafilah
dari Syam; maka jamaah berlarian menyambut kedatangan kafilah itu sehingga
yang tinggal di masjid hanya dua belas orang saja lagi. Kerana itu maka
turunlah ayat: ‘wa idz ra-au tijaratan au lahwanin fadhdhu ilaiha wa
tarakuka qaima’ (ayat 11 surah al Jumuah iaitu: Dan apabila mereka
melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya, dan
mereka tinggalkan kamu berdiri sedang berkhutbah.) Lihat Sahih Muslim hadis
nombor 817, bab turunnya ayat sebelas surah al Jumu’ah.

2. Sahabat merubah hukum:

Daripada Abu Sa’id al Khudri r.a katanya: ‘Pada masa Rasulullah masih
hidup, kami membayar zakat fitrah untuk setiap orang, baik anak kecil
mahupun dewasa, merdeka mahupun hamba, iaitu satu gantang makanan berupa
keju, atau gandum, atau kurma, atau anggur kering. Pada masa pemerintahan
Mua’wiyah bin Abu Sufyan, dia berpidato di hadapan jemaah haji atau
‘umrah, katanya antara lain: ‘Dua mud gandum negeri Syam sama dengan
segantang kurma’. Kerana pidatonya itu maka orang banya membayar zakat
fitrahnya sepert itu. Kata Abu Sa’id, “Tetapi aku tetap saja membayar
seperti apa yang telah kulakukan sejak zaman Nabi sampai akhir hayatku.”
Lihat Sahih Muslim hadis nombor 938, bab waktu membayar zakat fithrah.

Lagi perubahan hukum:

Daripada Ibnu Thawus r.a, daripada bapanya, katanya Abu Shahba’ bertanya
kepada Ibnu ‘Abbas r.a, ‘Tahukah anda bahawa talak tiga yang diucapkan
sekaligus, pada masa Rasulullah saw dihukumkan hanya jatuh satu kali,
begitu pula pada masa pemerintahan Abu Bakar. Kemudian pada masa
pemerintahan ‘Umar dinyatakan jatuh tiga kali?’ Jawab ‘Ibnu Abbas
r.a: ‘Ya, benar begitu!’ Lihat Sahih Muslim, hadis nombor 1420, bab
Talak Tiga.





3. Ada sahabat mudah lupa atau memang tidak
tahu:

Daripada Ubaidillah bin Abdullah r.a katanya ‘Umar bin Khattab r.a pernah
bertanya kepada Abu Waqid al Laitsi tentang bacaan yang dibaca Rasulullah
saw dalam solat idul adha dan idul fitri. Jawab Abu Waqid, ‘Beliau pernah
membaca dalam kedua solat eid itu surah Qaf dan surah al Qamar.’ Lihat
Sahih Muslim hadis nombor 839, bab surah (ayat) yang dibaca dalam solat
eid.

Terdapat juga sahabat yang bermulut celupar terhadap Rasulullah
saw:

Daripada ‘Aisyah r.a katanya: ‘Abu Bakar datang ke rumahku dan ketika
itu di rumahku ada dua orang gadis Ansar sedang menyanyikan lagu yang
pernah dinyanyikan orang dalam peperangan Bu’ats. Dan keduanya bukanlah
gadis penyanyi yang sesungguhnya. Maka berkata Abu Bakar, ‘Kenapa sampai
ada suling setan di rumah Rasulullah saw?’ Hari itu adalah hari eid. Maka
bersabda Rasulullah saw, ‘Hai Abu Bakar! Setiap kaum mempunyai hari raya.
Dan hari ini adalah hari raya kita.’ Lihat Sahih Muslim hadis nombor 840
bab boleh bergembira ria.

Sekiranya saya menziarahi Rasulullah saw saya tidak akan tergamak
mengucapkan kata-kata di atas, seakan menuduh Rasulullah saw jahil, tidak
tahu sambil mengaitkan isi rumah baginda dengan syaitan.

Hal-hal di atas mungkin sahaja berlaku kerana tatkala Nabi
Muhammad sedang berkhutbah Jumaat pun ada sahabat yang keluar
berlari-larian mendapatkan barang dagangan, meninggalkan baginda
terkontang-kanting di atas mimbar. Mujur ada dua belas orang sahabat yang
setia.

Sekali lagi, adalah lebih baik merujuk ahlul bait dalam persoalan apa pun
di dunia hari ini. Sumber seperti qiyas, istihsan (memerhatikan pelbagai
hukum yang ada jika terdapat titik persamaan lalu memilih yang paling dekat
dengan kebenaran dan keadilan berdasarkan akal dan perasaan), istislah
(mendahulukan satu kemaslahatan atas kemaslahatan yang lain) dan ta’awul
(iaitu meskipun hukum ditemui dalam al-Quran atau sunnah tetapi jika ada
sesuatu keadaan dan pertimbangan, kita dibenarkan berpaling dari apa yang
disarankan nas lalu mendahulukan ijtihad berdasarkan pendapat) tidak dapat
menandingi kekuatan dan kebenaran merujuk al-Quran, Rasulullah saw dan
ahlul bait seperti yang telah saya buktikan di atas.

Secara dasarnya seseorang muslim tidak boleh mencipta hukum syariat
sendiri. Allah berfirman pada ayat 1 surah al-Hujurat: “Hai orang-orang
yang beriman, janganlah kalian mendahului Allah dan Rasul-Nya (dalam
masalah syariat) dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Akhir sekali, sempena kelahiran Rasulullah saw marilah kita berselawat
untuk baginda dan ahli keluarga baginda. Dalil untuk berselawat kepada ahli
keluarga baginda ini datang dari Sahih Bukhari sendiri:

Daripada Abu Humaid Assa’idi r.a: Sahabat-sahabat bertanya: ‘Hai
Rasulullah! Bagaimanakah caranya kami selawat kepada tuan?’ Rasulullah
saw bersabda : ‘Bacalah yang ertinya: ‘Wahai Tuhan! Berilah rahmat atas
Muhammad, keluarganya dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan
rahmat atas keluarga Ibrahim. Berilah keberkatan atas Muhammad, keluarganya
dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan keberkatan kepada
keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.’
Lihat Sahih Bukhari, hadis nombor 1476, dan 1477, bab Nabi Ibrahim dan
Ismail.